Jakarta (14/12) – Lagi-lagi
perkembangan teknologi membuat kita pusing untuk mengikuti tren-tren yang ia
bawa kedalam dunia personal maupun sosial. Terkadang dalam perkembangannya
membuat kita tak mampu untuk mengikuti semuanya, dan lagi-lagi esensi manusia
sebagai user sedang ditantang untuk
lebih aktif dari perkembangan yang ada. Jika dulu media konvesional merupakan
hal yang paling popular dalam eranya. Dikit demi-sedikit kepopulerannya kini
telah di geser oleh media-media muda (New
Media) karena pada saat ini meminta manusia untuk lebih actual dan
multitasking.
Salah satu New Media yang ada adalah Social
Media, yang dimana kini penyebaran informasi yang ada bukan lagi hitungan
jam ataupun hari tapi telah menjadi hitungan detik. Dengan hanya menekan tombol
share yang ada, kita sudah dapat membagi informasi yang kita dapat kepada
orang-orang yang memiliki minat dan ketertarikan yang sama sehingga menyebar
dengan luas. Tentunya dalam hal ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi Public Relation dalam menjakau khalayak
yang lebih luas dan lebih interaktif dengan khalayak yang ada.
Tetapi dengan lajunya informasi dan
inovasi-inovasi baru yang terus bertambah membuat seorang praktisi PR menjadi
putar kepala dalam melaksanakan kegiatanya. Jadi siapkah kita dalam menghadapi
tren media sosial yang ada ditahun berikutnya dengan inovasi yang lebih beragam
lagi? Maka dari pada itu kita sebagai seorang PR harus tetap siaga dan kreatif
dalam mengaplikasikannya. Dikutip dari perkataan Agung Ari Wibowo sebagai
pembicara di Guest Lecture di Ruang
1&2, Universitas Bakrie “ Gunakanlah pendekatan Softselling, karena pada saat ini khalayak telah bosan terhadap
iklan yang terlalu memaksa meraka yang kedengarannya seperti menjual dan menjual
lagi”. Dengan begitu kita dapat melakukan pendekatan yang lebih emotional
dengan pengguna media sosial.
Lalu apa saja tren-tren media sosial
di tahun 2017 kelak? Seperti yang dikatakan
oleh Agung dalam Guest Lecture di
Universitas Bakrie diantaranya adalah : 1. Live
Video; 2. Storytelling (No Hard
Selling); 3. More targeting and more
integration; 4. Social Media Ambassador; dan 5. Sale and Consumer Servis get
more social. Dengan adanya dampak begitu besar oleh media social diharapkan
para praktisi Public Relation lebih
kreatif, inovatif,dan menyesuaikan dengan tren yang sedang terjadi untuk lebih
memaksimalkan kinerja yang ada.
Jakarta, Dessy Jumaisni