Rabu, 14 Desember 2016

Prepare Yourself for Social Media Tren 2017

Jakarta (14/12) – Lagi-lagi perkembangan teknologi membuat kita pusing untuk mengikuti tren-tren yang ia bawa kedalam dunia personal maupun sosial. Terkadang dalam perkembangannya membuat kita tak mampu untuk mengikuti semuanya, dan lagi-lagi esensi manusia sebagai user sedang ditantang untuk lebih aktif dari perkembangan yang ada. Jika dulu media konvesional merupakan hal yang paling popular dalam eranya. Dikit demi-sedikit kepopulerannya kini telah di geser oleh media-media muda (New Media) karena pada saat ini meminta manusia untuk lebih actual dan multitasking.

Salah satu New Media yang ada adalah Social Media, yang dimana kini penyebaran informasi yang ada bukan lagi hitungan jam ataupun hari tapi telah menjadi hitungan detik. Dengan hanya menekan tombol share yang ada, kita sudah dapat membagi informasi yang kita dapat kepada orang-orang yang memiliki minat dan ketertarikan yang sama sehingga menyebar dengan luas. Tentunya dalam hal ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi Public Relation dalam menjakau khalayak yang lebih luas dan lebih interaktif dengan khalayak yang ada.

Tetapi dengan lajunya informasi dan inovasi-inovasi baru yang terus bertambah membuat seorang praktisi PR menjadi putar kepala dalam melaksanakan kegiatanya. Jadi siapkah kita dalam menghadapi tren media sosial yang ada ditahun berikutnya dengan inovasi yang lebih beragam lagi? Maka dari pada itu kita sebagai seorang PR harus tetap siaga dan kreatif dalam mengaplikasikannya. Dikutip dari perkataan Agung Ari Wibowo sebagai pembicara di Guest Lecture di Ruang 1&2, Universitas Bakrie “ Gunakanlah pendekatan Softselling, karena pada saat ini khalayak telah bosan terhadap iklan yang terlalu memaksa meraka yang kedengarannya seperti menjual dan menjual lagi”. Dengan begitu kita dapat melakukan pendekatan yang lebih emotional dengan pengguna media sosial.

Lalu apa saja tren-tren media sosial di tahun 2017 kelak? Seperti yang dikatakan  oleh Agung dalam Guest Lecture di Universitas Bakrie diantaranya adalah : 1. Live Video; 2. Storytelling (No Hard Selling); 3. More targeting and more integration; 4. Social Media Ambassador; dan 5. Sale and Consumer Servis get more social. Dengan adanya dampak begitu besar oleh media social diharapkan para praktisi Public Relation lebih kreatif, inovatif,dan menyesuaikan dengan tren yang sedang terjadi untuk lebih memaksimalkan kinerja yang ada.

Jakarta, Dessy Jumaisni 

Maintaining the Media and Blogger (Give they’re with Nutritional Food)

Jakarta (14/12) – Arus berkembangnya Technology seiring dengan perkembangan aplikasi media yang ada di Dunia. Sehingga menambah tekanan untuk mengikuti proses Globalisasi serta Modernisasi yang telah mewabah seperti penyakit yang tidak dapat dihindari dalam Era ini. Seringkali manusia dipertanyakan tentang persiapan  terhadap keadaan yang terus-menerus menuntut mereka untuk terbawa dan terlibat didalamnya. Adanya fenomena ini tidak menuntup kemungkinan untuk seorang praktisi Public Relation ikut terjerat didalam arus Technology dan Media.

Masuk dan keluarnya informasi seakan-akan tidak dapat dikendalikan lagi. Hal ini tentunya sangat berdampak terhadap kegiatan praktisi PR dalam mendapatkan publikasi yang positif. Maka daripada itu mereka harus tetap membangun good relationship dengan media yang ada. Meskipun media dapat memberikan informasi yang Credibility sebuah perusahaan. Ada pendekatan baru yang dapat menyampaikan kepada khalayak dengan menggunakan pesan yang lebih personal yaitu Blogger. Tentunya kedua hal ini dapat membantu seorang PR untuk melaksanakan kegiatannya.

Namun tak semua media dan blogger dapat selalu memberikan informasi yang positif, maka daripada itu untuk mempertahankan media dan blog dalam memberikan  informasi yang positif. Kita dapat memberikan asup-asupan yang baik kepada media dan blogger. Seperti yang dibicarakan oleh Iman Taufanny (Alumni Universitas Bakrie) di Ruang 1&2, Universitas Bakrie ‘Untuk mempermudah kita dalam bekerja, maka jadikan lah para rekan media dan blogger sebagai teman bukan seperti rekan kerja”.

Selain itu Alumni Universitas Bakrie yang kini bekerja sebagai PR concultant ( Iman Taufanny) juga memberikan tips untuk Maintained Media and Blogger kepada peserta Guest Lecture di Universitas Bakrie. Diantaranya dengan memberikan makanan yang bernutrisi kepada pihak media dan blogger, makanan disini bukan dalam arti yang sesungguhnnya. Akan tetapi, dengan memberikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, yang diantaranya :1. Sesuatu yang baru; 2. Sesuatu yang unik; 3. Sesuatu yang baru; 4. Actual dan satu-satunya; dan 5. Konten lokal. Selain beberapa yang disebut. Alumni Universitas Bakrie (Iman Taufanny) ini juga menambahkan kalimat dalam membimbing media dan blogger yaitu dengan mengetahui lebih dalam mengenai knowledge produk atau jasa kita, dan mengidentifikasi kelebihan apa yang dapat di tonjolkan.


Jakarta, Dessy Jumaisni 

Selasa, 06 September 2016

Alas Bedak untuk Pemakaian sehari-hari

Penggunaan alas bedak memang penting dalam makeup. Akan tetapi seringkali alas bedak yang kita pakai malah membuat wajah kita terasa kaku dan membuat kulit wajah stres. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, aku bakalan ngereview beberapa alas bedak yang pernah aku pakai sampai akhirnya menemukan alas bedak yang cocok dan murah dikantong. Murah dikantong? ya jelaslah ini buat bikin gak sakit buat pakainya sehari-hari tapi bikin wajah nyaman.

Minggu, 04 September 2016

Lipstik untuk Pemula

Kali ini aku bakal ngasih beberapa list buat kalian para pemula yang bisa dibilang lagi pengen nyoba makeup, but first let me tell you someting. Mungkin banyak dari kalian yang bakalan nanya, kenapa aku nyaranin kalian buat milih lipstik terlebih dahulu. Ya berhubung aku juga bisa dibilang masih baru baru ini gila sama makeup, tapi bagi aku lipstik lebih berpengaruh buat rona wajah. So, thats why i start with lipstic, jadi buat kalian yang masih asing sama makeup. Penggunaan lipstik bisa bikin kalian yaa dikit demi sedikit mulai mencitai makeup deh.